🌒 Pola Interaksi Yang Terjadi Antara Pembicara Dan Peserta Seminar Adalah

Adapunkuat pengaruh (koefisien determinasi) yaitu sebesar D = (0.2)2 100% = 4%. Jadi pengaruh metode ceramah dengan prestasi belajar siswa adalah 4% dan selebihnya yaitu 86% yang ditentukan oleh faktor lain, maka metode ceramah belum sepenuhnya mempengaruhi pretasi belajar siswa. C. Hasil Penelitian. Kemudian saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Perhatikan data berikut ini:1. ikan badut dengan anemon laut. ikan hiu dengan ikan remora 3. ikan lele dengan ikan cethul 4. ikan kakap dengan ikan hiu Bentuk interaksi yang bersifat komensalisme ditunjukkan oleh? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap. 2 Bagi para pendidik baik orang tua, guru dan lingkungan masyarakat memberikan pemahaman penerapan pola asuh yang baik bagi perilaku dan prestasi anak. 3. Bagi anak atau siswa proposal ini dapat memberikan pemahaman mengenai bentuk pola asuh yang bisa berdampak positif ataupun negatif bagi prestasinya. E. Kajian Pustaka. 1. Berikutadalah kunci jawaban dari pertanyaan "Pola interaksi yang terjadi antara alga dan fungi pembentuk Lichenes seperti pada gambar adalah?" beserta penjelasannya. Pola interaksi makhluk dalam gambar adalah? Perhatikan data berikut: i. Tanaman tali putri dan tanaman inangnya iI. Bakteri Rhizobium dengan akar tanaman polong-polongan iII. sJkOZ. Pengertian Seminar, Fungsi dan Pihak-Pihak yang Terlibat Dalam Seminar Lengkap dengan Penjelasannya Pernahkah diantara pembaca semua mengikuti sebuah seminar atau malah menjadi pengisi dalam acara seminar? Apalahi jika pembaca semua merupakan mahasiswa atau telah melalui pendidikan di perguruan tinggi. Istilah semnar pasti tidak asing lagi untuk didengar. Karena setiap mahasiswa yang ingin menamatkan pendidikannya harus melakukan seminar tugas akhir terlebih dahulu, dan kemudian dilanjutkan dengan melakukan ujian sidang. Lalu apa sebenarnya pengertian dari Seminar? Simak penjelasan berikut ini. Pengertian Seminar Seminar secara umum dapat diartikan sebuah pertemuan yang sengaja dilaksanakan dengan tujuan sebagai pembelajaran terhadap sebuah topik tertentu dengan jalan pemecahan masalah yang dilakukan melalui interaksi tanya jawab antar peserta dan Proses berjalannya seminar di pimpin oleh seorang moderator. Definisi lain dari seminar adalah pertemuan khusus yang memiliki teknis dan akademis yang bertujuan untuk melakukan studi menyeluruh mengenai suatu topik tertentu dengan pemecahan suatu permasalahan yang memerlukan interaksi di antara para peserta seminar yang dibantu oleh seorang guru besar atau cendikiawan. Pada umumnya seminar merupakan suatu bentuk intruksi akademis, baik di lembaga akademis atau ditawarkan oleh sebuah organisasi komersial atau profesional. Fungsi Seminar Seminar berfungsi untuk menyampaikan suatu gagasan atau sesuatu yang baru kepada peserta seminar yang bertujuan agar pada peserta seminar memperoleh ilmu yang telah di sampaikan dan peserta dapat mengembangkan lagi untuk menyelesaikan masalah. Seminar berfungsi untuk menyatukan kelompok-kelompok kecil untuk melakukan pertemuan yang berulang dan berkali-kali dengan berfokus pada beberapa topik tertentu yang dimana setiap peserta yang mengikuti seminar untuk ikut aktif berpartisipasi. Seminar juga berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan teknis seseorang. Sedangkan seminar bisnis berfungsi untuk menggambarkan sebuah acara komersial yang dimana delegasi diberikan informasi dan instruksi di dalam suatu subjek dalam berbagai topik, yang didukung oleh para ahli di bidang tersebut. Pihak yang terlibat dalam Seminar Sebuah pertemuan dapat di katakan sebagai seminar jika didalamnya terlibat beberapa pihak seprti berikut ini. 1. Penyaji Penyaji merupakan pihak utama yang harus ada dalam sebuah smeinar. Penyaji atau pemateri merupakan peserta seminar yang bertugas menyajikan materi yang akan di bahas dalam sebuah smeinar. Dalam menyajikan sebuah topik pembahasan, penyaji dapat menggunakan berbagai macam alat sebagai fasilitas pendukung seperti alat peraga, laptop, proyektor, dan fasilitas lainnya. 2. Moderator Selain penyaji, moderator merupakan pihak yang harus ada dalam sebuah seminar. Moderator dalam sebuah seminar memiliki tugas yang sama seperti pada sebuah diskusi-diskusi pada umumnya, yaitu mempimpin acara dan berhak mengendalikan setiap susunan ataupun peraturan dalam acara seminar tersebut. 3. Pembawa acara Meskipun pembawa acara tidak harus ada dalam sebuah seminar, namun pembawa acara merupakan salat satu pihak yang cukup berperasn didalamnya. Pambawa acara berfungsi untuk membuka seminar, mengenalkan penyaji, pembahas, moderator dan notulen, pembawa acara juga bertugas menutup acara seminar. 4. Pembahas Pembahas biasanya hanya dihadirkan dalam acara-acara seminar khusus seperti seminar tugas akhir atau seminar penelitian. Untuk itu pembahas tidak harus ada dalam sebuah seminar. 5. Notulen Notulen merupakan orang yang situgaskan untuk mencatat atau menulis point-point penting yang terjadi dalam aktivitas seminar. Hasil dari rangkuman yang telah ditulis oleh notulen biasanya akan digunakan oleh moderator dalam membuat kesimpulan seminar. 6. Audience Peran audience dalam sebuah seminar memang hanya terbatas, namun Audience merupakan salh satu pihak yang harus ada dalam setiap acara seminar. Audience biasanya berperan sebagai pendengar dan memberikan tanggapan terhadap apa yang telah di sampaikan oleh penyaji/pemateri. Untuk memberikan sebuah tanggapan, Audience harus memperhatikan dan mengikuti peraturan serta panduan yang diberikan oleh moderator. Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Pengertian Seminar, Fungsi dan Pihak-Pihak yang Terlibat Dalam Seminar. Semoga bermanfaat dan ampai jumpa pada postingan selanjutnya. Metode pembelajaran tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan. Supaya pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan tepat, diperlukan metode yang benar pula. Untuk itu metode pembelajaran dipakai dalam dunia pendidikan. Nah, berikut ini penjelasan lengkap mengenai metode pembelajaran yang dapat digunakan sebagai pegangan untuk menyelenggarakan proses belajar-mengajar. Pengertian Metode Pembelajaran Secara singkat, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara sistematis yang terdiri dari langkah-langkah untuk mengefektifkan pembelajaran. Cara ini dibuat dalam bentuk konkret sehingga mudah diaplikasikan. Secara harfiah, metode dapat disebut juga dengan cara. jadi metode adalah cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Berdasarkan pengertian itu, maka metode pembelajaran adalah cara kerja sistematis yang memudahkan pembelajaran karena memakai implementasi spesifik yang terdiri dari langkah-langkah konkret. Tujuannya agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif dan tentunya memberikan dampak yang positif. Baca Juga Pengertian Menurut Para Ahli Sementara itu, pengertian metode pembelajaran menurut para ahli diantaranya 1. Iskandarwassid dan Sunendar Iskandarwassid dan Sunendar menjelaskan metode pembelajaran adalah cara kerja yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan 2. Nur Hamiyah dan Mohammad Jauhar Nur Hamiyah dan Mohammad Jauhar mengartikan metode sebagai cara untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun. Rencana ini dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran 3. Sofan Amri Sofan Amri menerangkan metode belajar mengajar sebagai cara-cara untuk menyampaikan atau menanamkan pengetahuan kepada subjek aatau peserta didik melalui pembeljaran di baik di sekolah, rumah, kampus, pondok, dan lain-lain Baca Juga 7 Macam Metode Pembelajaran yang Kerap Digunakan 4. Abdurrahman Ginting Abdurrahman Ginting menjelaskan metode pembelajaran adalah cara atau pola yang khas dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar pendidikan. Selain itu cara ini menggunakan teknik dan sumber daya terkait agar terjadi proses pembelajaran pada diri peserta didik five. Komalasari Komalasari mengartikan metode pembelajaran sebagai salah satu cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan metode secara spesifik 6. Wina Sanjaya Wina Sanjaya menyebutkan metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata. Cara ini dipilih agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal seven. Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya menjelaskan metode pembelajaran adalah teknik yang dibentuk pendidik atau guru untuk menyajikan materi pelajaran kepada peserta didik di kelas, baik secara individu maupun kelompok. Tujuan dari metode ini adalah agar materi pelajaran dapat diserap, dipahami, dan dimanfaatkan oleh peserta didik dengan baik 8. Ridwan Abdullah Sani Ridwan Abdullah Sani menerangkan metode pembelajaran sebagai langkah operasional dari strategi pembelajaran yang dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran Baca Juga 16 Aplikasi Pembelajaran Online Gratis Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Berdasarkan pendapat Uno, variabel metode pembelajaran diklasifikasikan dalam tiga jenis. Apa saja jenis-jenisnya, simak di bawah ini, ya. 1. Strategi Pengorganisasian Pembelajaran Metode pembelajaran ini secara khusus memanfaatkan cara pengorganisasian pembelajaran agar lebih efektif dan berdampak pada peserta didik. Cara yang dipakai mengacu pada suatu tindakan seperti pemilihan isi, penataan isi, pembuatan diagram, dan format lainnya yang setingkat. Strategi pengorganisasian dibedakan menjadi dua jenis Strategi Mikro berisi metode untuk pengorganisasian isi pembelajaran yang berkisar pada satu konsep, prosedur, atau prinsip. Strategi Makro lebih mengacu pada metode untuk mengorganisasi isi pembelajaran yang melibatkan lebih dari satu konsep, prosedur, atau prinsip. 2. Strategi Penyampaian Pembelajaran Sedangkan strategi penyampaian pembelajaran merupakan metode yang berfokus pada penyusunan strategi penyampaian pembelajaran yang biasanya menggunakan media pembelajaran sebagai alat utama yang berfungsi menyampaikan pembelajaran kepada siswa dengan lebih efektif dan efisien. tak hanya itu, media juga dapat merangsang respons dan masukan peserta didik. Terdapat lima prinsip yang harus diperhatikan dalam membuat media pembelajaran sebagai strategi penyampaian pembelajaran Tingkat kemampuan khusus yang dimilikinya Tingkat motivasi yang dapat ditimbulkannya Tingkat kecermatan dalam menggambarkan sesuatu Tingkat interaksi yang mampu ditimbulkannya Tingkat biaya yang diperlukan Baca Juga Macam-Macam Bahan Pengajaran Untuk Kegiatan Belajar Mengajar three. Strategi Pengelolaan Pembelajaran Jenis metode pembelajaran yang terakhir adalah strategi pengelolaan pembelajaran. Metode ini secara khusus menata interaksi antara peserta didik dan variabel metode pembelajaran lainnya. Selain itu, metode ini berkaitan dengan pengambilan keputusan mengenai strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian mana yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Beberapa klasifikasi dalam metode ini adalah sebagai berikut Berdasarkan pemberian informasi, contohnya metode ceramah, metode tanya jawab, metode demonstrasi Berdasarkan pemecahan masalah seperti metode brainstorming, metode diskusi kelompok, metode rembuk sejoli, metode diskusi kelompok kecil, metode panel, metode debat, metode seminar, dan metode simposium Berdasarkan penugasan seperti metode latihan, metode penugasan, metode permainan misal dengan part play, metode kelompok kerja, metode studi kasus, atau metode karyawisata Macam-macam Metode Pembelajaran K13 Bila ingin menerapkan metode pembelajaran, sebaiknya pengajar mempelajari metode pembelajaran kurikulum 2013 atau disebut K13. Ada beberapa metode pembelajaran K13 yaitu 1. Metode Pembelajaran Examples non Examples Metode menginstruksikan pada para siswa menganalisis gambar secara berkelompok lalu mendiskusikan hasilnya. Langkah-langkah dari metode ini Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran Guru menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui proyektor Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan atau menganalisa gambar Melalui diskusi kelompok dengan jumlah ii-iii orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Guru menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai Penutup; guru memberikan kesimpulan 2. Metode Pembelajaran Picture and Picture Dengan metode ini, siswa akan mengurutkan gambar berseri yang disusun secara acak. Sembari mengurutkan siswa diminta untuk memaparkan alasan pengurutannya. Langkah-langkahnya metode moving picture and flick adalah Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai Menyajikan materi sebagai pengantar Guru memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi Guru menunjuk atau meminta siswa secara bergantian untuk mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis Guru menanyakan alasan atau dasar pemikiran urutan gambar yang ditentukan oleh siswa Dari alasan dan urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep atau materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Penutup three. Metode Numbered Heads Together Metode ini terdiri dari tugas diberi nomor. Tujuan metode inia dalah agar dipelajari oleh siswa yang mendapatkan nomor tersebut dalam kelompok yang berbeda. Setelah itu masing-masing siswa pemegang nomor akan berbagi dengan anggota kelompok dan kelompok lainnya. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok Setiap siswa dalam setiap kelompok mendapatkan nomo Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya Guru memanggil nomor siswa dan siswa yang memiliki nomor tersebut harus melaporkan hasil kerja sama mereka Tanggapan dari teman yang lain Penutup Baca Juga Langkah Langkah Penyusunan Bahan Ajar four. Metode Cooperative Script Metode Naskah Kooperatif mengajak peserta didik bekerja berpasangan dan bergantian untuk menjadi pembicara dan pendengar. Langkah-langkahnya meliputi Guru membagi siswa untuk berpasangan Guru memberikan materi kepada tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar Pembicara bertugas membacakan hasil meringkasnya dengan cara menyampaikan ide pokok. Sementara itu, pendengar menyimak penjelasan pembicara. Jika diperlukan, pendengar bisa membantu atau mengoreksi pembicara lalu menghubungkan materi sebelumnya dengan materi yang dibacakan Pembicara dan pendengar bertukar peran dan melakukan hal sebaliknya Guru menyimpulkan hasil pembelajaran bersama-sama dengan siswa dan sesi belajar pun ditutup five. Metode Kepala Bernomor Terstruktur Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap siswa dalam kelompok akan mendapatkan nomor Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomor yang didapatkan . Contohnya siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan Jika diperlukan, guru dapat meminta siswa untuk bekerja kelompok Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka Siswa melaporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain Penutup 6. Metode Student Teams-Achievement Divisions STAD Metode ini mengelompokkan siswa menurut prestasi, gender, suku, dan sebagainya. Lantas kelompok siswa diminta untuk mengerjakan tugas kelompok. Kemudian evaluasi dilakukan dalam bentuk tes atau kuis. Nah dalam tes ini, kelompok tidak boleh saling membantu. Kelompok siswa dibentuk dengan jumlah empat orang berdasarkan kategori tertentu seperti prestasi, jenis kelamin, atau suku Guru menyajikan materi pelajaran Guru memberi tugas kepada kelompok untuk tiap anggota. Anggota kelompok yang telah memahami materi harus menjelaskannya kepada anggota lain hingga semua anggota kelompok memahaminya Guru memberi pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis, siswa tidak boleh saling membantu Guru memberi evaluasi Penutup yang berisi kesimpulan 7. Metode Pembelajaran Jigsaw Metode Tim Ahli Langkah-langkah metode Jigsaw adalah sebagai berikut Siswa dikelompokkan ke dalam iv anggota ti Setiap anggota dalam tim diminta untuk menjadi seorang ahli Semua tim ahli dari tim yang berbeda berkelompok dan membentuk tim ahli untuk berdiskusi dan mempelajari materi yang sama Masing-masing tim ahli akan kembali ke kelompok mereka untuk membagikan keahliannya pada tim asal tersebut Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi Guru memberikan evaluasi Penutup Baca Juga Bagi Calon Pendidik, Inilah Pengertian dan Jenis-Jenis Bahan Ajar eight. Metode Trouble Based Introduction PBI Pembelajaran berbasis masalah dilaksanakan dengan cara memberikan permasalahan yang harus dipecahkan oleh peserta didik. Langkah-langkah metode pembelajaran ini adalah Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan logistik yang dibutuhkan Guru memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut Guru mendorong siswa agar mengumpulkan data dan informasi yang sesuai dengan masalah. Siswa melaksanakan penelitian atau eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah berdasarkan pengumpulan data dan hipotesis dari eksperimen/penelitian. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penelitian mereka Penutup ix. Metode Pembelajaran Artikulasi Metode pembelajaran ini meminta siswa untuk secara berpasangan untuk menyampaikan materi yang diterima dari guru dan mencatatnya secara bergantian. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan menyajikan materi sebagaimana biasa Guru membagi siswa menjadi kelompok yang terdiri dari dua orang Siswa meminta salah satu dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil Secara bergiliran siswa menyampaikan hasil wawancara dengan pasangannya Guru menjelaskan kembali materi yang belum dipahami siswa Penutup Baca Juga Macam-Macam Bahan Pengajaran Untuk Kegiatan Belajar Mengajar ten. Metode Mind Mapping Pada metode ini, guru memberikan permasalahan kepada siswa. Kemudian siswa membuat peta konsepnya dan mencari solusi atas permasalahan tersebut. Langkah-langkah metode mind mapping, yakni Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai Guru mengemukakan permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa Guru membentuk kelompok, terdiri two-3 siswa Tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi Tiap kelompok membacakan hasil diskusinya Guru mencatatnya di papan tulis Berdasarkan catatan yang ada di papan tulis, siswa diminta untuk membuat kesimpulan atau guru memberikan perbandingan materi sesuai dengan konsep yang ada Apakah Anda sedang atau ingin menulis buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara gratuitous. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan isi data diri Anda. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang teknik menulis anda dapat melihat Artikel-artikel berikut Metode dan Trik Penerbit Buku Melirik Naskah Cara Mudah Membuat Outline Buku Ajar Membuat Atomic number 82 yang Menarik Saat Menulis Buku Menghindari five Kendala Saat Menulis Buku Ajar Jika Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara Gratis di sini! Pola Interaksi Sosial – Pada kesenpatan kali ini admin akan memberikan sebuah materi baru yaitu mengenai Pola dari interaksi sosial . Untuk informasi lengkapnya langsung saja kita simak pembahasannya berikut ini secara seksama. Pengertian Pola Interaksi SosialCiri – Ciri Pola Interaksi SosialKlasifikasi Interaksi SosialPola Interaksi Individu dengan IndividuPola Interaksi Individu dengan KelompokPola Interaksi Kelompok Dengan Kelompok Pola Interaksi sosial adalah suatu bentuk jalinan interaksi yang terjadi di antara individu dan individu, individu dan kelompok, atau kelompok dan kelompok yang bersifat dinamis dan memiliki pola tertentu. Jika interaksi sosial tersebut di ulang menurut pola yang sama serta bertahan untuk jangka waktu yang lama, maka akan terwujud hubungan sosial yang relatif mapan. Ciri – Ciri Pola Interaksi Sosial Pola Interaksi Sosial mempunyai cirri – ciri sebagai berikut Berdasarkan kedudukan sosial atau status dan peranannya Contohnya adalah, seorang guru yang berhubungan dengan murid nya harus mencerminkan perilaku seorang guru. Dan juga sebaliknya, siswa harus menaati gurunya. Adalah suatu kegiatan yang terus berlanjut dan berakhir pada suatu titik yang merupakan hasil dari kegiatan tadi Contohnya, dari adanya interaksi, seseorang melakukan penyesuaian, pembauran, adanya persaingan , muncul suatu pertentangan, terjalin kerja sama dan yang lainnya. Mengandung dinamika Artinya, dalam sebuah proses interaksi sosial terdapat berbagai keadaan nilai sosial yang di proses, baik yang mengarah pada kesempurnaanataupun Contohnya, pada penerapan nilai – nilai agama dalam kehidupan masyarakat mampu menciptakan keteraturan sosial. Tidak mengenal waktu, tempat, serta keadaan tertentu Berarti interaksi sosial yang dapat terjadi kapan dan juga di manapun, serta bisa berakibat positif ataupun negatif terhadap kehidupan masyarakat. Contohnya, yaitu sebuah sekolah yang terkenal mempunyai disiplin serta tata tertib yang ketat dan memperoleh kepercayaan dari masyarakat, pada suatu saat menjadi tercemar karena terdapat siswa nya yang melakukan tindakan amoral. Klasifikasi Interaksi Sosial Berdasarkan bentuknya, interaksi sosial bisa di klasifikasikan menjadi tiga pola, yaitu sebagai berikut Pola Interaksi Individu dengan Individu Dalam mekanismenya, interaksi ini d ipengaruhi oleh adanya pikiran serta perasaan yang mengakibatkan munculnya beberapa fenomena, seperti jarak sosial, perasaan simpati dan juga antipati, intensitas, serta frekuensi interaksi. Jarak sosial sangat di pengaruhi oleh status dan juga peranan sosial. Artinya, semakin besar perbedaan dari suatu status sosial, maka semakin besar pula jarak sosialnya, dan sebaliknya Simpati seseorang di dasari oleh adanya rasa kesamaan perasaan dalam berbagai aspek kehidupan. Sikap tersebut bisa diartikan sebagai perasaan kagum atau senang terhadap orang lain , pada saat salah satu pihak melakukan sebuah tindakan maupun terjadi interaksi di antara keduanya. Adapun antipati muncul karena adanya sebuah perbedaan penafsiran terhadap sesuatu sehingga menimbulkan perasaan yang berbeda dengan pihak lain. Dua orang saudara bisa saja tidak saling mengenal akibat intensitas dan juga frekuensi interaksi di antara keduanya tidak ada ataupun jarang sekali terjadi. Namun , dua orang yang baru berkenalan bisa saja menjadi sahabat bahkan saudara karena intensitas serta frekuensi interaksinya yang sering. Pola interaksi yang terjadi antara individu dengan individu di tekankan pada aspek – aspek individual, yang setiap perilaku di dasarkan pada sebuah keinginan dan tujuan pribadi, yang di pengaruhi oleh sosio – psikis pribadi, serta akibat dari hubungan menjadi tanggung jawabnya. Dari sosiometri tersebut dapat di ketahui beberapa hal berikut Semakin sering seseorang bergaul dengan orang lain, maka hubungannya akan semakin baik. Sebaliknya, makin sedikit atau jarang bergaul maka ia akan terasing atau terisolasi. Keintiman seseorang sangat tergantung pada frekuensi serta intensitas nya dalam melakukan pergaulan. Dalam pergaulan, seseorang akan memilih atau menolak siapa saja yang akan di jadikan sebagai Pola Interaksi Individu dengan Kelompok Pola tersebut adalah bentuk hubungan antara individu dan individu sebagai anggota dari suatu kelompok yang menggambarkan tentang mekanisme kegiatan kelompoknya. Dalam hal ini, setiap perilaku di dasari oleh kepentingan kelompok, di atur dengan tata cara yang di tentukan oleh kelompoknya, serta segala akibat dari hubungan yang merupakan tanggung jawab bersama. Contohnya, seperti hubungan antara ketua dengan anggotanya pada karang taruna tidak dapat dikatakan sebagai hubungan antar individu, melainkan hubungan antar individu dengan kelompok karena menggambarkan mekanisme kelompoknya. Pola interaksi individu dengan kelompok mempunyai beberapa bentuk yang ideal yang merupakan suatu deskripsi atau gambaran dari pola interaksi yang ada di masyarakat. Harold Leavitt, menggambarkan terdapat empat pola interaksi yang ideal, yaitu pola lingkaran, pola huruf X, pola huruf Y, serta pola garis lurus. Pola lingkaran adalah pola interaksi yang menunjukkan bahwa adanya kebebasan dari setiap anggota untuk berhubungan dengan pihak manapun dalam kelompoknya atau bersifat demokratis, baik secara vertikal ataupun horizontal. Namun , pola ini terbilang sulit dalam menentukan keputusan karena harus di tetapkan secara bersama. Pola huruf X dan Y ditandai dengan terbatasnya hubungan yang ada antar anggota kelompok karena hubungan harus di lakukan secara birokrasi yang kaku, akan tetapi mekanisme kelompok mudah terkendali karena adanya pemimpin yang mampu menguasai dan juga mengatur anggotanya meskipun dipaksakan. Pola garis lurus hampir sama dengan pola huruf X dan Y, yang di dalamnya terdapat hubungan antar anggota yang tidak dilakukan secara langsung atau melalui titik sentral. Namun , pihak yang akan menjadi mediator dalam hubungan tersebut, bergantung pada individu – individu yang akan berhubungan seperti yang ada pada pola lingkaran. Terbatasnya hubungan antar anggota pada pola tersebut bukan karena adanya otoritas pemimpin, melainkan karena keterbatasan wawasan setiap anggota dalam berhubungan karena adat istiadat dalam masyarakat. Oleh sebab itu, pola garis lurus biasanya menyangkut pada aspek – aspek kehidupan yang khusus. Pola Interaksi Kelompok Dengan Kelompok Hubungan ini memiliki cirri – ciri yang khusus dan berdasarkan pola yang tampak. Pola interaksi antar kelompok bisa terjadi karena aspek etnis, ras, dan juga agama, termasuk juga di dalamnya perbedaan jenis kelamin dan usia, institusi, organisasi, partai, dan lainnya. Seperti , kehidupan dalam masyarakat yang saling berbaur meskipun mereka berbeda agama, ras atau etnis, lalu rapat antar fraksi di DPR yang membahas mengenai RUU. Di antara berbagai pendekatan yang dipakai untuk mempelajari interaksi sosial, ditemui suatu pendekatan yang dikenal dengan nama interaksionisme simbolik. Pendekatan ini bersumber dari pemikiran George Herbert Mead. Demikianlah pembahasan yang sudah dijelaskan di atas mengenai Pola Interaksi Sosial semoga bermanfaat dan juga dapat berguana dalam menambah pengetahuan untuk kalian semua, terimakasih.

pola interaksi yang terjadi antara pembicara dan peserta seminar adalah